Home|Tutorial | ElecProject | KuliahElektro | Download | Link | Rupa2 | Ide| Skema Elektronik

 

 

 

CARA MEMBUAT TEMPE

Versi I

Saya kebetulan sudah sering membuatnya. Memang tempe buatan sendiri lebih terjamin kualitasnya.

Cara membuatnya (untuk 1 kg kedele):

  1. Rebus kedele sekitar 1 jam.

  2. Hilangkan kulit kedelenya dengan mengaduk-aduknya dalam ember yang ada airnya. Kulitnya akan mengambang sehingga mudah dibuang.

  3. Setelah bersih direndam selama 1 malam. Ini maksudnya untuk memberikan kesempatan biji-biji itu menyerap asam laktat yang timbul akibat perendaman itu.

  4. Rebus lagi dengan air rendaman itu selama sekitar 1 jam, kemudian di saring dan dianginkan/dinginkan.

  5. Bubuhi 1 sendok teh ragi dan aduk sampai rata.

  6. Siapkan kantong plastik yang telah dilubangi kecil-kecil (saya menggunakan plastiknya sanwich dan dilubangi dengan tusuk gigi).

  7. Isilah kantong plastik itu sekitar 75% dan bungkuslah seperti halnya membungkus sanwich.

  8. Simpanlah dalam kamar yang temperaturnya 26-30 derajat selsius.

  9. Tempe akan jadi sekitar 40-48 jam berikutnya.

Selamat mencoba.

Kiriman : Ketut Wiryawan, kw@warigal.uqg.uq.oz.au

Versi II

Membuat tempe itu sama dengan membuat tape ketan, tape singkong, dll. Kalau tak salah, urutannya begini:

  1. Rebus kedele hingga matang, tidak sampai hancur tapi kulitnya cukup mudah untuk dikelupas.

  2. Kalau mudah dikupas, hilangkan kulitnya. (secara tradisional, kedele diinjak).

  3. Lalu kedelenya dicuci agar bersih lagi, usahakan bebas dari kuman dan bakteri. (Itupun kalau bakteri dan kuman dapat dilihat :-))

  4. Kedele ditiris lalu diangin-angin, tidak beseg tapi tidak kering.

  5. Campur dengan ragi + plus essense kalau suka (tempe rasa ayam). Lalu bungkus kedap udara dan ditaruh di tempat yang nggak kena matahari langsung.

  6. Katanya kedele diragi dalam tiga hari jadi tempe.

  7. Katanya tempe yang berumur 2 hari (sebelum jadi tempe) enak dan gurih untuk disayur.

  8. Katanya tempe bisa disimpan dalam freezer lama, asal jangan kena matahari dan jangan dibuka, apalagi digoreng!

Kira-kira begitu caranya. Jawaban saya ini adalah sebagaimana yang diceritai oleh pembuat tempe. Soal racikan, lud dan dakin limanya saya tak tahu, dan ini biasanya memberikan 'taste'.

Kiriman : Gideon Saputra, wenten1@hotmail.com

Versi III

Assalamu'alaikum wr.wb.

Memenuhi permintaan seorang Bapak dari Karlsruhe dan seorang dari Bielefeld, di bawah ini saya sampaikan cara membuat tempe:

Daftar Alir Proses Pembuatan TEMPE:

bullet

Kedele

bullet

Sortasi

bullet

Perendaman I

bullet

Pencucian

bullet

Perebusan (sampai mendidih)

bullet

Perendaman II (12 - 24 jam)

bullet

Pencucian dengan air mengalir

bullet

Pengelupasan kulit (sampai bersih)

bullet

Pemanasan/Perebusan (sampai mendidih)

bullet

Pendinginan/Penirisan

bullet

Peragian, (1/2 sendok teh ragi untuk 1 kg Kedele)

bullet

Pembungkusan ,(plastik dilubangi dengan paku jarak +- 1 cm)

bullet

Ferementasi/Pemeraman, (24 jam pertama ditutup rapat, lalu dibuka)

TEMPE

Catatan: semua alat proses harus bersih.

Keterangan:

Pada prinsipnya ragi tempe hidup dan membutuhkan 02 serta H20. Setelah tempe jadi masih terjadi proses fermentasi, jadi jangan ditutup rapat karena dapat membusuk.

Titik-titik kritis pada proses ini:

  1. Dosis pemakaian ragi tempe.

  2. Suhu dan kelembaban udara diusahakan stabil. (Suhu kamar +- 25oC dan RH +- 60-70 %? --maaf teorinya lupa.)

  3. Setelah jadi segera dibekukan atau malah plastiknya dibuka.

Sebenarnya saya pernah menyampaikan semua informasi tempe ketika ada acara silaturrahmi di Speyer. Bisa ditanyakan ke Ibu-ibu dan mBak-mbak Karlsruhe. Sebaiknya jika mencoba 1/4 kg kedele dulu. Sayang tempe Speyer tidak tahan lama karena suhu yang berubah-ubah tidak stabil dan tidak ada bahan pengawetnya.

Oh ja, jika ada yang dikecewakan dengan produk Speyer, beritahukan kami. (Geld zur|ck.) Tetapi, jika ada yang suka, beritahukan ke yang lain. Jika repot, saya tawarkan tempe goreng tepung Speyer (10 Stuck 2 DM).

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Pengirim : Rina Samodra, 999259@dhv-speyer.de

 

 

 

 

 

 

 Copyright (C) anekawarna.890m.com 2007
For problems or questions regarding this web contact [admin]
Last updated: Friday October 23, 2009 16:25:29.