Running LED
Susanto Wibisono Koselan
Animasi lampu yang bergerak tentunya
akan menambah semaraknya suasana suatu acara atau
dapat pula memberikan kesan kreatif. Salah satu animasi lampu yang mudah
dibuat dan tidak terlalu membutuhkan biaya yang banyak adalah running led.
Animasi lampu atau
hiasan lampu yang bergerak tidaklah selalu mahal dan sukar dalam
pembuatannya. Proyek ini sangat mudah dibuat
hanya dengan menggunakan tiga buah IC CMOS.
Rangkaiannya pun sangat sederhana dan mudah untuk dipahamai dan dibuat
sendiri.
Ide Running LED
Running led ini dibuat dengan menggunakan
dua buah IC CMOS MC14017 sebagai decade counter. IC CMOS ini mempunyai
karakteristik untuk mengaktifkan salah satu bit outputnya saja dan mampu
memberikan arus sampai 10mA. Arus output ini sudah cukup untuk menyalakan
sebuah led dengan kecerahan yang cukup.
IC CMOS ini cukup
baik kerjanya terutama dengan tegangan suplai yang daerah kerjanya sangat
lebar yaitu mulai 3.0 VDC sampai 18VDC. Dalam hal
ini karena nantinya diaplikasikan pada bidang otomotif, misalnya, maka
dipilih tegangan 12VDC.
Untuk membentuk pulsa
clocknya digunakan MC14011, merupakan IC CMOS gerbang NAND. Dengan
adanya potensiometer R3 maka frekuensi output dari osilator clock dapat
diatur.
Gambar 1 Arah Gerakan LED
Cara Kerja Rangkaian
Rangkaian osilator
clock dibangun dari rangkaian MC14011, R2, potensiometer R3 dan kapasitor
C2. Frekuensi kerjanya diatur dengan mengatur
nilai resistansi potensiometer R3 tetapi jika dirasa masih kurang lambat
maka nilai kapasitor C2 dapat diperbesar.
Rangkaian C1 dan R1
merupakan rangkaian yang mereset MC14017 pada saat power-up.
Pada saat pertama kali dihidupkan kapasitor C1 akan mengisi muatannya
sehingga muncul tegangan di R1 sehingga MC14017
reset. Setelah beberapa saat maka kapasitor C1
akan penuh dan tegangan pada R1 akan turun menuju
0 volt. Dalam kondisi seperti ini maka MC14017 akan
mulai dari kondisi awal dimana Q0 akan aktif kemudian diikuti oleh Q1
setelah MC14017 mendapatkan pulsa clock. Setelah mendapatkan 10 kali pulsa
clock maka secara otmatis MC14017 akan reset dan
kembali pada kondisi awal yaitu pada Q0 aktif kembali.
Saklar SW1 dan SW2 digunakan untuk
menentukan operasi kerja dari running led ini. Jika kedua saklar ini terbuka
maka tidak ada led yan bergerak. Semua led akan
diam pada posisi terakhirnya. Jika saklar SW1 ditutup maka hanya led D11
sampai D20 saja yang bergerak sedangkan jika hanya saklar SW2 saja yang
ditutup maka hanya led D1-D10 saja yang bergerak. Tetapi jika kedua saklar
ini ditutup maka semua led akan bergerak.
Gambar 2 Rangkaian Lengkap Running LED
Pengembangan Rangkaian
Tetapi jika diperlukan arus yang lebih
besar maka perlu ditambahkan transistor switching yang nantinya dibebani
oleh led. Dengan menggunakan transistor switching maka arus yang menuju led
dapat diatur sedemikian hingga lebih dari 10mA. Arah gerakan led dapat
dimodifikasi sesuai keinginan. Caranya adalah dengan meletakkan urutan led
disesuaikan dengan urutak keaktifannya. Urutan keaktifan dari output 4017
adalah sesuai dengan urutan output Q0, Q1, …,
Q10. Jika kecerahan led dirasa kurang maka dapat nilai resistor R4 dapat
diganti menjad 220 ohm.