Motor
Stepper : Tipe dan Rangkaian Kontrol
(Bagian I)
Oleh Susanto Wibisiono Koselan
Stepper motor bukanlah barang baru di dalam dunia komputer.
Bahkan hampir sebagian besar disk drive atau CDROM
menggunakan stepper motor untuk memutar disk.
Penggunaannya juga cukup sederhana dan mudah digunakan untuk
aplikasi-aplikasi tertentu yang tidak terlalu membutuhkan torsi yang besar.
Motor stepper banyak digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang biasanya cukup
menggunakan torsi yang kecil, seperti untuk penggerak piringan disket atau
piringan CD. Dalam hal kecepatan, kecepatan motor stepper
cukup cepat jika dibandingkan dengan motor DC. Motor stepper merupakan
motor DC yang tidak memiliki komutator. Pada umumnya motor stepper hanya
mempunyai kumparan pada statornya sedangkan pada bagian rotornya merupakan
permanen magnet. Dengan model motor seperti ini maka motor stepper dapat diatur
posisinya pada posisi tertentu dan/atau berputar ke arah yang
diinginkan, csearah jarum jam atau sebaliknya.
Kecepatan motor stepper pada dasarnya ditentukan oleh kecepatan pemberian data
pada komutatornya. Semakin cepat data yang diberikan maka motor stepper
akan semakin cepat pula berputarnya. Pada kebanyakan
motor stepper kecepatannya dapat diatur dalam daerah frekuensi audio dan
akan menghasilkan putaran yang cukup cepat.
Tipe Motor Stepper
Motor stepper dibedakan menjadi dua macam berdasarkan magnet yang digunakan,
yaitu tipe permanen magnet dan variabel reluktansi. Pada umumnya motor stepper
saat ini yang digunakan adalah motor stepper yang mempunyai variabel relukatansi.
Cara yang paling mudah untuk membedakan antara tip motor stepper di atas adalah
dengan cara memutar rotor dengan tangan ketika tidak
dihubungkan ke suplai.
Pada motor stepper yang mempunyai permanen magnet maka ketika diputar dengan
tangan akan terasa lebih tersendat karena adanya gaya
yang ditimbulkan oleh permanen magnet. Tetapi ketika menggunakan motor dengan
variabel reluktansi maka ketika diputar akan lebih
halus karena sisa reluktansinya cukup kecil.
Variabel Reluktansi Motor
Pada motor stepper yang mempunyai variabel reluktansi maka terdapat 3 buah
lilitan yang pada ujungnya dijadikan satu pada sebuah pin common. Untuk dapat
menggerakkan motor ini maka aktivasi tiap-tiap lilitan harus sesuai urutannya.
Gambar 1 merupakan gambar struktur dari motor dengan variabel reluktansi dimana
tiap stepnya adalah 30°. Mempunyai 4
buah kutub pada rotor dan 6 buah kutub pada
statornya yang terletak saling berseberangan.
Gambar 1 Variabel Reluktance Motor
Jika lilitan 1 dilewati oleh arus, lilitan 2 mati dan lilitan 3 juga mati maka
kumparan 1 akan menghasilkan gaya tolakan kepada rotor dan rotor akan berputar
sejauh 30° searah jarum jam sehingga
kutub rotor dengan label Y sejajar dengan kutub dengan label 2.
Jika kondisi seperti ini berulang terus menerus secara berurutan, lilitan 2
dilewati arus kemudian lilitan 3 maka motor akan
berputar secara terus menerus. Maka agar dapat berputar sebanyak 21 step maka
perlu diberikan data dengan urutan seperti pada gambar 2.
‘1’ pada gambar 2 diartikan bahwa lilitan yang bersangkutan dilewati arus
sehingga menghasilkan gaya tolak untuk rotor.
Sedangkan ‘0’ diartikan lilitan dalam kondisi off, tidak
mendapatkan arus.
Unipolar Motor Stepper
Motor stepper dengan tipe unipolar adalah motor stepper yang mempunyai 2 buah
lilitan yang masing-masing lilitan ditengah-tengahnya diberikan sebuah tap
seperti tampak pada gambar 3.
Gambar 3 Unipolar Stepper Motor
Motor ini mempunyai step tiap 30° dan
mempunyai dua buah liliatan yang didistribusikan berseberangan 180°
di antara kutub pada stator. Sedangkan pada rotonya
menggunakan magnet permanen yang berbentuk silinder dengan mempunyai 6 buah
kutub, 3 kutub selatan dan 3 buah kutub utara. Sehingga dengan konstrusi
seperti ini maka jika dibutuhkan ke presisian dari motor stepper yang lebih
tinggi dibutuhkan pula kutub-kutub pada stator dan rotor yang semakin banyak
pula. Pada gambar 3, motor tersebut akan bergerak
setiap step sebesar 30° dengan 4 bit
urutan data (terdapat dua buah lilitan dengan tap, total lilitan menjadi 4
lilitan).
Ketelitian dari magnet permanen di rotor dapat sampai 1.8°
untuk tiap stepnya. Ketika arus mengalir melalui tap tengah pada lilitan
pertama akan menyebabkan kutub pada stator bagian
atas menjadi kutub utara sedangkan kutub stator pada bagian bawah menjadi kutub
selatan. Kondisi akan menyebabkan rotor mendapat gaya
tarik menuju kutub-kutub ini. Dan ketika arus yang melalui lilitan 1 dihentikan
dan lilitan 2 diberi arus maka rotor akan mengerak
lagi menuju kutub-kutub ini. Sampai di sini rotor
sudah berputar sampai 30° atau 1 step.
Gambar 4 Urutan Data Untuk Motor Stepper dengan Tipe Unipolar (torsi normal)
Gambar 5 Urutan Data Motor Stepper Tipe Unipolar (torsi besar)
Untuk meningkatkan torsi yang tidak terlalu besar maka dapat
digunakan urutan pemberian data seperti pada gambar 5.
Dimana terdapat dua buah lilitan yang di beri arus pada
suatu waktu. Dengan pemberian urutan data seperti ini
akan menghasilkan torsi yang lebih besar dan tentunya membutuhkan daya
yang lebih besar.
Dengan urutan data baik pada gambar 4 atau gambar 5 akan
menyebabkan motor berputar sebanyak 24 step atau 4 putaran.
Bipolar Motor Stepper
Motor dengan tipe bipolar ini mempunyai konstruksi
yang hampir sama dengan motor stepper tipe unipolar namun tidak terdapat tap
pada lilitannya, seperti tampak pada gambar 6.
Gambar 6 Bipolar Motor Stepper
Penggunaan motor dengan tipe bipolar ini membutuhkan rangkaian yang sedikit
lebih rumit untuk mengatur agar motor ini dapat berputar dalam dua arah.
Biasanya untuk menggerakkan motor stepper jenis ini membutuhkan sebuah driver
motor yang sering dikenal sebagai H Bridge. Rangkaian ini
akan menontrol tiap-tiap lilitan secara independen
termasuk dengan polaritasnya untuk tiap-tiap lilitan.
Untuk mengontrol agar motor ini dapat berputar satu step maka perlu diberikan
arus untuk tiap-tiap lilitan dengan polaritas tertentu pula.
Urutan datanya dapat dilihat pada gambar 7.
Gambar 7 Urutan Data Motor Stepper tipe Bipolar